Hai Partelian hari ini sekolah mendapatkan kunjungan Istimewa dari salah satu alumni. Beliau salah satu peserta Master Chef Indonesia sesion 12 yang masih berlangsung. Lolos audisi ini memang gak gampang loh ternyata penuh effort dan banyak tantangannya. Adhit pria tambun ceria dan selalu ngocol saat di kelas ini merupakan alumni Angkatan 2009, gak nyangka bisa lolos dari 4000 peserta audisi off air se- Indonesia. Kemudian lolos 47 peserta audisi on air dan akhirnya mampir di Galery master chef Indonesia yang hits ini sebanyak 25 kandidat pemenang.
Saat di sekolahpun Adhit mengambil jurusan ULP ( usaha layanan pariwisata) bukan kuliner. Jadi pengalaman dan prestasi yang sangat luar biasa bukan? Apalagi kalau Adhit ngambil jurusan Kuliner, bisa jadi dapat juara satu yang mana hadiahnya mobil dan uang 100 juta loh. Wah..
Salah satu alumni lainnya pernah masuk Master chef Indonesia session Enam beliau bernama Arthur Tamnge pernah bekerja di Dubai dan sudah memiliki Bakery shop di Bandung. Meski Adhit Jurusan ULP bakat memasaknya sebetulnya sudah tumbuh sejak belia selalu berani mencoba berbagai masakan juga resep-resep yang menarik perhatiannya. Bekerja di salah satu resort The Breezes Bali Resort & Spa semakin terasahlah kemampuan Adhit menjadi lebih mumpuni.
Alhamdulilah Adhit lolos di Top 15 Master Chef Indonesia Sesion 12. Meski harus pulang kami sangat bangga dengan pencapaianmu Adhit. Banyak hal-yang dipelajari juga pengalaman seru dan menegangkan saat berkompetisi dengan para jago masak se Indonesia ini berikut pengakuan Adhit.
1. Persaingan yang sangat ketat karena peserta yang mendaftar banyak sekali. Dibutuhkan Keterampilan dan kreatifitas tinggi dalam memasak juga menghidangkan makanan.
2. Pembelajaran dari para juri Master Chef, seperti Chef Juna, Chef Renatta, dan Chef Rudy Choirudin, sangat berarti banget. Mereka memberikan tips dan saran yang berharga kepada setiap peserta.
3. Pengetahuan bahan makanan juga inovasi dalam Master Chef mendorong peserta untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam memasak, dapat membantu mengembangkan gaya memasak itu sendiri.
4. ketekunan dan kesabaran diperlukan juga dalam kompetisi ini, jadi jangan baperan ya. Adhit mengatakan bahwa setingan waktu saat memasak di Galery itu memang real time, meski kebelet pipis atau terjadi kecelakaan kecil saat memasak misalnya jari teriris tetap tidak kurangi waktunya, Jadi betul-betul harus focus dan detail.
5. Berani berkorban meluangkan waktu sepenuh hati demi kegiatan master chef ini dengan rela Karantina hampir enam bulan lamanya.Meninggalkan pekerjaan bahkan jauh dari keluarga loh.
Di kompetisi Master chef ini diperlukan kerja sama tim yang baik juga juga kemampuan komunikasi jadi public speaking juga penting supaya kerja sama tim lebih efektif. O Ya Adhit memberikan pesan buat adik-adik Partelian nih. Siapa tahu session selanjutnya mau ikutan, Yuk ah gass banyak peluang juga cuan loh 😊
1. Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru dan mengambil risiko dalam memasak.
2. Kesuksesan dalam memasak memerlukan ketekunan dan kesabaran untuk mengembangkan keterampilan memasak itu sendiri.
Gimana nih? Udah memenuhi kriteria calon master chef? Yuk siapin diri untuk ikutan audisi master chef session 13. Partelian are you ready?! ( ast)





